05/03/2013

Periklanan Media Lini Atas

Media lini atas (Above The Line), media utama yang digunakan dalam kegiatan periklanan, seperti ;

1.a Televisi

Karakteristiknya yaitu[1] :

a) Audio visual, maka iklan-iklan televisi dapat nampak begitu hidup dan nyata.

b) Dapat menjangkau pemirsa secara massal, maka efektifitas dalam jangkauan bagi pengiklan telah terpecahkan,

c) Dapat menjangkau pemirsa dari berbagai kalangan.

d) Masyarakat lebih tanggap, karena iklan televisi disiarkan dirumah - rumah dalam suasana yang serba santai atau rekreatif, maka masyarakat lebih siap untuk memberikan perhatian dibanding iklan-iklan out door.

e) Repetisi atau pengulangan, iklan televisi bisa ditayangkan hingga beberapa kali dalam sehari sampai dipandang cukup bermanfaat yang memungkinkan sejumlah masyarakat untuk menyaksikanmya, dan dalah frekuensi yang cukup sehingga pengaruh iklan itu bangkit.

1.b Radio

Karakteristiknya yaitu[2] :

a) Murah, jauh lebih murah harga satu set radio ketimbang satu set televisi.

b) Ketajaman penetrasi, dengan tersedianya sinyal yang kuat, radio dapat mencapai pendengar yang banyak pada jarak yang jauh.

c) Waktu transmisi tidak terbatas, program – program radio biasanya disiarkan hamper sepanjang hari, bahkan banyak yang mengudara selama 24 jam non stop.

1.c Bioskop

Karakteristiknya yaitu[3] :

a) Captive audience, para penonton bioskop benar- benar terpaku dan tidak beranjak dari kursinya, sehingga perhatian mereka tercurah pada apa yang terdapat di layar.

b) Video memiliki masa putar atau durasi yang lebih panjang, iklan – iklan di bioskop dapat lebih panjang dari pada iklan di televisi.

c) Layar yang lebih lebar, ini membuat gambar lebih dramatik, realistik dan impactive (menimbulkan kesan tertentu), iklan menjadi lebih persuasif karena dipertunjukan pada bidang layar yang lebih besar dan lebih lebar.

d) Tidak ada acara selingan, tidak ada waktu jeda atau saat istirahat khusus untuk iklan.

e) Suasana hiburan, iklan bioskop dilihat pada suatu suasana yang serba lileks sehingga pemirsa lebih siap memberikan perhatian dan tanggapan.

1.d Surat Kabar

Karakteristiknya yaitu[4] :

a) Market coverage, surat kabar mampu menjangkau daerah - daerah perkotaan sesuai cakupan wilayahnya.

b) Memiliki frekuensi terbit, frekuensi penerbitan surat kabar dibedakan dalam 6 jenis frekuensi penerbitan meliputi ; 7 x seminggu, 6 x seminggu, 5 x seminggu, 3 x seminggu, 2 x seminggu dan 1 x seminggu. Frekuensi terbit digunakan oleh pengiklan untuk melihat usia surat kabar dalam peredaran. Usia surat kabar harian hanya satu hari sehingga lewat satu hari telah dianggap basi. Sementara usia surat kabar mingguan usia edarnya 1 minggu, informasinya tidak cepat basi.

c) Ukuran, ukuran surat kabar di dibedakan dalam bentuk tabloid dan standar (broadsheet). Bentuk tabloid terdiri dari enam kolom ( 5 x 35 cm ). Ukuran ini berkesan tabloid mirip majalah tak berjilid. Sedangkan bentuk standar memiliki ukuran delapan atau sembilan kolom. Ukuran menjadi pertimbangan dalam segi kreatif iklan yang berujud art work.

d) Flexibelity, lebih luwes dalam menentukan jadwal publikasi iklan dan surat kabar yang mempublikasikan (apakah lokal, regional ataukah nasional) berkaitan dengan khalayak yang dijadikan sasaran iklan.

e) Sirkulasi, sirkulasi surat kabar dikategorikan dalam bentuk lokal, regional dan nasional. Pada prakteknya umumnya koran lokal juga mengiklankan iklan yang datangnya dari pusat sehingga koran lokal juga merupakan kepanjangan tangan dari pengiklan nasional. Pertimbangn sirkulasi ini juga digunakan sebagai pertimbangn untuk memilih target audience.

f) Comparison shooping, surat kabar sering digunakan sebagai bahan acuan atau referensi konsumen dalam membeli barang atau jasa.

g) Positive consumer attitude, aktualitas informasi yang sampaikan digunakan juga sebagai acuan pembaca.

h) Format isi, format isi berkaitan dengan segmentasi dari target audiences, oleh karenanya umumnya format surat kabar disesuaikan dengan interest dari target audiencenya. Format isi surat kabar saat ini kian beragam namun secara umum dapat dibagi dalam kategori umum, ekonomi, olah raga, kriminal, klenik (mistis), hiburan, wanita, teknologi dan property.

Di media lini atas, dalam media cetak dapat berupa surat kabar seperti koran, majalah, bulletin dan lain sebagainya dan dalam media elektronik dapat berbentuk program siaran televisi, radio dan bioskop.

[1] Jefkins, Frank. 1996. Periklanan, Jakarta : Erlangga, Hal. 109
[2] Ibid, Hal. 101
[3] Ibid, Hal. 123
[4] Arief Sosiawan, Edwi. Media Iklan, http://www.rumahkom.wordpress.com, Hal. 1

Periklanan Media Lini Atas Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ombar Pakpahan