01/03/2013

Formulasi Pestisida

Formulasi Pestisida
Dalam pabrik pembuat insektisida dihasilkan bahan aktif insektisida dalam bentuk murni. Bahan tersebut belum dapat langsung digunakan untuk kegiatan pengendalian hama. Agar dapat dimanfaatkan di lapangan dan diperdagangkan bahan teknis harus diproses lagi menjadi bahan formulasi insektisida. 

Proses formulasi insektisida merupakan proses untuk memperbaiki sifat-sifat bahan teknis agar sesuai untuk keperluan penyimpanan, penanganan, aplikasi, peningkatan efektivitas, atau keamanan bagi manusia dan lingkungan. Sebelum dipasarkan bahan teknis perlu dicampurkan dengan bahan-bahan tambahan tertentu. Bahan-bahan tambahan yang tidak bersifat meracuni serangga (insektisidal) secara umum disebut bahan inert atau inert material

Menurut fungsinya bahan inert dapat berupa bahan surfaktan, seperti sabun atau deterjen untuk peningkatan daya sebar, daya emulsi dan pembasahan pada permukaan, pelarut atau solvent, untuk formulasi pestisida cair agar dapat meningkatkan daya larut, pembawa atau carrier digunakan untuk formulasi padat seperti serbuk dan butiran agar dapat mengikat/menyerap serta bahan tambahan khusus seperti 
a) penstabil (stabilizers), 
b) sinergis, bahan yang dapat meningkatkan aktifitas, 
c) pembasah (wetters), untuk mencegah degradasi bahan, 
d) minyak untuk meningkatkan aktifitas biologi insektisida, 
e) odorants untuk memberi bau
f) cat dan pigment, 
g) penebal (thickeners), 
h) colouring agents (zat pewarna),  dan 
I)  zat anti mikroba.

Pengetahuan dan teknologi pembuatan bahan aktif dan formulasi pestisida berkembang sangat cepat sehingga ditemukan banyak jenis dan formulasi pestisida. Agar tidak membingungkan pengguna dan konsumen di pandang perlu dilakukan harmonisasi atau pembakuan kode formulasi pestisida yang berlaku di tingkat internasional.

Sistem kode formulasi pestisida mulai dibakukan pada tahun 1978 yang kemudian direvisi pada tahun 1989. Inisiatif pembakuan kode formulasi ini dilakukan oleh asosiasi industri pestisida global yaitu Crop Life International (dulu GCPF). Kode  formulasi tersebut diusahakan sederhana, sedapat mungkin terdiri dari dua huruf besar yang merupakan singkatan. Sekitar 71 kode formulasi pestisida telah dibakukan. Berikut nama-nama 10 kode formulasi insektisida penting  yang sudah  digunakan dan dipasarkan di Indonesia.
1.  Emulsifiable  Concentrates  (EC)
2.  Wettable Powders (WP)
3.  Suspension Concentrate (SC)
4.  Water Soluble Powder (SP)
5.  Ultra Low Volume Liiquid (ULV)
6.  Dustable Powder (DP)
7.  Granules (GR)
8.  Aerosol Dispenser (AE)
9.  Bait (RB)
10. Capsule Suspension  (CS)

Formulasi Pestisida Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ombar Pakpahan